
Belajar dari amplop dan prangko, prangko ditempel di amplop ketika surat akan dikirimkan dan prangko serta amplop akan dipisahkan ketika telah tiba di tujuan. Begitulah cerita amplop dan surat, selama perjalanan, amplop dan prangko akan dibanting, dipukul mengunakan stempel, akan berdesak-desakan dengan surat yang lain dengan harapan menjadi yang pertama untuk bisa dikirimkan.
Kalau kita umpamakan amplop adalah jasad dan prangko adalah nyawa, dan perpaduan antara prangko dan surat adalah tubuh manusia. Maka kehidupan manusia sama layaknya sebuah surat, akan dibanting oleh cobaan dan masalah , dipukul oleh mimpi untuk terus bergerak, dan berdesak-desakan dengan manusia lainnya untuk berlomba mencapai tujuan.