Ibarat menanam padi. Dari benih padi tidak bisa langsung menjadi beras yang dikonsumsi setiap hari. Pertama harus ada benih padi yang kelak akan menjadi padi dan berbuah beras. Kedua harus ada tempat yang bisa untuk menanam, untuk padi tumbuh besar. Ketiga harus ada yang merawat, yang senantiasa memberikan air ketika perlu, memberikan pupuk untuk nutrisi tambahan. Keempat sinar matahari yang senantiasa membantu lebih cepat pertumbuhan.
Meskipun keempat faktor tersebut hadir, belum tentu menjamin benih padi seluruhnya bisa tumbuh menjadi padi, akan ada yang gagal tumbuh menjadi tunas dan tidak tumbuh menjadi padi.
Begitu pula dengan kehidupan, Benih ibarat manusia, tempat untuk menanam ibarat tempat mencari ilmu (sekolah, tempat kursus, seminar dll), yang merawat ibarat seorang yang mengajarkan ilmu (guru, mentor pelatih dll), matahari ibarat alat penunjang proses transfer ilmu (buku, makalah, diktat, dvd pembelajaran dll).
Benih padi yang gagal menjadi tunas, ibarat manusia yang tidak percaya diri dengan kemampuan yang dimilikinya. Meskipun berada di lingkungan yang kondusif, mengikuti beragam pelatihan dan membaca begitu banyak buku, tetap saja tidak membuat benih menjadi padi.
Semua kembali kepada diri sendiri, semua kembali pada kemampuan individu untuk bisa mengoptimalkan semua potensi yang ada pada dirinya. Karena tidak ada yang disediakan cuma-cuma tanpa perjuangan.
Sumber gambar @ spreadmotivationclub